Minggu, 28 September 2014



FAKTA SEJARAH
A.PENGERTIAN FAKTA DALAM SEJARAH
Dalam buku ini menyimpulkan bahwa sejara itu adalah sebuah disiplin atau ilmu yang dapat di ketahui  ada atu tidaknya sumber. Dari sumber itulah sejarawan dapat menyimpulkan ada atu tidaknya sumber untuk menyusun sebuah fakta yang di manfaatkan sebagi sumber sejarah.
Maka dalam buku ini menyatakan untuk pengertian fakta dalam sejarah itu merupakan hasil dari penelitian dan penyelidikan untuk mengetahui sumber sejarah. Louis gottschalk mendefinisikan bahwa fakta sejarah sebagi suatu unsuryang di jabarkan secara langsung atau tidak langsung dari sumber yang dapat di percaya atau kredibel dan setelah diuji kebenarannya melalui metode sejarah.
Orang-orang dulu berpendapat bahwa fakta sejarah itu sudah paten dan tak bisa berubah lagi namun hal itu salah di karnakan fakta sejarah itu merupakan hasil kesimpulan yang tidak lepas akan kepentingan sejarawan tersebut dan keterbatasan sumber, setelah semua itu pemahaman akan fakta sejarah berubah, fakta sejarah tak menjadi hal yang kaku atu paten melainkan akan berubah-ubah,dengan demikian dalam menyusun sebuah fakta sejarah mengandung unsur-unsur subyektiv, subyetiv yang dimaksud merupakan suatu kepentingan-kepentingan atau penentuan pokok permasalahan dengan pemilihan sumber yang terbatas. Dalam subyektivitas tersebut bisa di lihat dari sumber tulisan dsb. Dalam perumusan tersebut akan menimbulkan suatu pro dan kontra dalam penyusunan sebuah fakta, oleh sebab itu ada juga fakta yang bisa di terima atau pun tidak  dan akan menimbulkan suatu perdebatan. Contoh yang dapat kita pelajari itu adalah sejarah kota Gersik sebagai kota dagang,  yang fakta-faktanya bisa di lihat dalam prasasti karang bogem (1387M).
B.ARTI KATA DALAM SEJARAH
Dari penelitian tersebut sejarawan mendapatkan fakta-fakta, namun fakta yang di kemukakan sepotong fakta maupun serangkayan fakta itupun belum bisa di sebut sejarah. Fakta sebagai inti sari, inti dalam sebuah peristiwa yang sudah terjadi dan ter cantum dalam sumber sejarah
1.       Fakta pada saat penyusunan sejarah itu hanya sebuah kerangka yang harus di lengkapi, agar menjadi sebuah fakta-fakta yang utuh dan bisa di pertanggungjawabkan
2.      Dalam peristiwa sejarah itu tidak bisa di sebabkan karena faktor tunggal, tapi sejarah itu continue atau bersambung dan bisa di artikan sejarah memiliki sebab akibatnya seperti adanya masalalu dapat menimbulkan kesinambungan antara kehidupan sekarang dan berikutnya atau masa depan,maka dari itu sejarawan bertugas untuk menyatukan fakta-fakta tersebut hingga menjadi jelas dan saling berhubungan atu berkesinambungan.

C.HUBUNGAN ANTAR FAKTA

Sejarah naratif itu merupakan susunan fakta dalam urutankronologi yang belum terjawab dalam suatu permasalahan yang sedang dipersoaalkan, dalam hal itu fakta sejarah harus saling di hubungkan antara peristiwa-peristiwa yang terpisah-pisah dengan fakta lainnya. Dalam suatu hubungan peristiwa sejarah pasti akan saling berkesinambungan dengan peristiwa masalalu hingga masa kini.
Dalam proses penelitian  sejarawan dituntut untuk menyatukan antara fakta-fakta yang sudah diperoleh atau fakta-fakta yang belum di peroleh atau belum tampak sehingga mendapatkan hasil akhir yang di tuju.
Untuk mencari hasil akhirnya yang berupa motif para sejarawan menggunakan spekulatif  dan menafsirkan motif yang terjadi pada saat itu, namun kelemahan dalam penafsiran tersebut para sejarawan harus mengerti tentang subyektivitas tersebut.
Proses  pengusutan fakta dalam sejarah yang telah di usut hingga menjadi jelas atau berkaitan satu denganyang lain di sebut fakta yang koheren, hanya menyusun sebuah peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan akan menjadikan sebuah fakta-fakta yang real dan bisa menjawap permasalahan dalam sebuah topik pembahasan.
D.ANALISA FAKTA
Dalam  menganalisis sebuah fakta itu nampaknya  sederhana tapi mencerminkan suatu hal yang kompleks,dengan melakukan penelitian atau penelusuran akan menemukan sebuah konstruksi (rangka) fakta-fakta sejarah yang komplit dan berurutan sehingga memberi jawaban yang di butuhkan. Namun dalam menyusun sebuah fakta sejarah, para sejarawan dalam menganalisa fakta sejarah di memerlukan sebuah rujukan-rujukan atau disiplin ilmu yang berkaitan dengan pokok persoalan yang di hadapi. Oleh karena itu sejarah tidak dapat berdiri sendiri,melainkan membutuhkan bantuan-bantuan ilmu bantu sejarah.
E. MASALAH IMAJINASI DALAM SEJARAH
            Dalam memenui permasalahan dalam penulisan sebuah fakta-fakta sejarah harus di hubungkan secara obyektif,itu pun kalau dalam penyusunan fakta-fakta di temukan mencukupi dan lengkap. Dalam persoalan bagaimana kalau dalam penyusunan tersebut mengalami kendala,misalnya kurang lengkap benda-benda yang di temukan? Apakah harus berhenti sampai di situ dalam penelitiannya? Atau bagiamana? Dalam hal itu sejarawan kemudian menggunakan fantasinya atau imajinasinya untuk membayangkan fakta/kejadian sejarah. Namaun sejarawan harus menyeleksi dan mengklasifikasikan fakta dengan bantuan imajinasinya untuk menarik sebuah kesimpulan. Namun dalam berimajinasi, sejarawan tidak asal berfantasi sembarangan namun harus di dasari sebuah fakta-fakta dan pengalaman serta pengetahuan yang di miliki oleh seorang sejarawan dalam mengkonstruksi sejarah.