FAKTA SEJARAH
A.PENGERTIAN
FAKTA DALAM SEJARAH
Dalam buku ini menyimpulkan bahwa sejara itu adalah sebuah
disiplin atau ilmu yang dapat di ketahui
ada atu tidaknya sumber. Dari sumber itulah sejarawan dapat menyimpulkan
ada atu tidaknya sumber untuk menyusun sebuah fakta yang di manfaatkan sebagi
sumber sejarah.
Maka dalam
buku ini menyatakan untuk pengertian fakta dalam sejarah itu merupakan hasil
dari penelitian dan penyelidikan untuk mengetahui sumber sejarah. Louis
gottschalk mendefinisikan bahwa fakta sejarah sebagi suatu unsuryang di
jabarkan secara langsung atau tidak langsung dari sumber yang dapat di percaya
atau kredibel dan setelah diuji kebenarannya melalui metode sejarah.
Orang-orang
dulu berpendapat bahwa fakta sejarah itu sudah paten dan tak bisa berubah lagi
namun hal itu salah di karnakan fakta sejarah itu merupakan hasil kesimpulan
yang tidak lepas akan kepentingan sejarawan tersebut dan keterbatasan sumber,
setelah semua itu pemahaman akan fakta sejarah berubah, fakta sejarah tak
menjadi hal yang kaku atu paten melainkan akan berubah-ubah,dengan demikian
dalam menyusun sebuah fakta sejarah mengandung unsur-unsur subyektiv, subyetiv
yang dimaksud merupakan suatu kepentingan-kepentingan atau penentuan pokok
permasalahan dengan pemilihan sumber yang terbatas. Dalam subyektivitas
tersebut bisa di lihat dari sumber tulisan dsb. Dalam perumusan tersebut akan
menimbulkan suatu pro dan kontra dalam penyusunan sebuah fakta, oleh sebab itu
ada juga fakta yang bisa di terima atau pun tidak dan akan menimbulkan suatu perdebatan. Contoh
yang dapat kita pelajari itu adalah sejarah kota Gersik sebagai kota dagang, yang fakta-faktanya bisa di lihat dalam
prasasti karang bogem (1387M).
B.ARTI KATA
DALAM SEJARAH
Dari penelitian tersebut sejarawan mendapatkan fakta-fakta,
namun fakta yang di kemukakan sepotong fakta maupun serangkayan fakta itupun
belum bisa di sebut sejarah. Fakta sebagai inti sari, inti dalam sebuah
peristiwa yang sudah terjadi dan ter cantum dalam sumber sejarah
1. Fakta pada saat penyusunan sejarah itu hanya
sebuah kerangka yang harus di lengkapi, agar menjadi sebuah fakta-fakta yang
utuh dan bisa di pertanggungjawabkan
2. Dalam peristiwa sejarah itu tidak
bisa di sebabkan karena faktor tunggal, tapi sejarah itu continue atau
bersambung dan bisa di artikan sejarah memiliki sebab akibatnya seperti adanya
masalalu dapat menimbulkan kesinambungan antara kehidupan sekarang dan berikutnya
atau masa depan,maka dari itu sejarawan bertugas untuk menyatukan fakta-fakta
tersebut hingga menjadi jelas dan saling berhubungan atu berkesinambungan.
C.HUBUNGAN ANTAR FAKTA
Sejarah naratif itu merupakan susunan fakta dalam
urutankronologi yang belum terjawab dalam suatu permasalahan yang sedang
dipersoaalkan, dalam hal itu fakta sejarah harus saling di hubungkan antara
peristiwa-peristiwa yang terpisah-pisah dengan fakta lainnya. Dalam suatu
hubungan peristiwa sejarah pasti akan saling berkesinambungan dengan peristiwa
masalalu hingga masa kini.
Dalam proses penelitian
sejarawan dituntut untuk menyatukan antara fakta-fakta yang sudah
diperoleh atau fakta-fakta yang belum di peroleh atau belum tampak sehingga
mendapatkan hasil akhir yang di tuju.
Untuk mencari hasil akhirnya yang berupa motif para sejarawan
menggunakan spekulatif dan menafsirkan
motif yang terjadi pada saat itu, namun kelemahan dalam penafsiran tersebut
para sejarawan harus mengerti tentang subyektivitas tersebut.
Proses pengusutan
fakta dalam sejarah yang telah di usut hingga menjadi jelas atau berkaitan satu
denganyang lain di sebut fakta yang koheren, hanya menyusun sebuah
peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan akan menjadikan sebuah fakta-fakta
yang real dan bisa menjawap permasalahan dalam sebuah topik pembahasan.
D.ANALISA
FAKTA
Dalam menganalisis
sebuah fakta itu nampaknya sederhana
tapi mencerminkan suatu hal yang kompleks,dengan melakukan penelitian atau
penelusuran akan menemukan sebuah konstruksi (rangka) fakta-fakta sejarah yang
komplit dan berurutan sehingga memberi jawaban yang di butuhkan. Namun dalam
menyusun sebuah fakta sejarah, para sejarawan dalam menganalisa fakta sejarah
di memerlukan sebuah rujukan-rujukan atau disiplin ilmu yang berkaitan dengan
pokok persoalan yang di hadapi. Oleh karena itu sejarah tidak dapat berdiri
sendiri,melainkan membutuhkan bantuan-bantuan ilmu bantu sejarah.
E. MASALAH
IMAJINASI DALAM SEJARAH
Dalam memenui permasalahan dalam
penulisan sebuah fakta-fakta sejarah harus di hubungkan secara obyektif,itu pun
kalau dalam penyusunan fakta-fakta di temukan mencukupi dan lengkap. Dalam
persoalan bagaimana kalau dalam penyusunan tersebut mengalami kendala,misalnya
kurang lengkap benda-benda yang di temukan? Apakah harus berhenti sampai di
situ dalam penelitiannya? Atau bagiamana? Dalam hal itu sejarawan kemudian
menggunakan fantasinya atau imajinasinya untuk membayangkan fakta/kejadian
sejarah. Namaun sejarawan harus menyeleksi dan mengklasifikasikan fakta dengan
bantuan imajinasinya untuk menarik sebuah kesimpulan. Namun dalam berimajinasi,
sejarawan tidak asal berfantasi sembarangan namun harus di dasari sebuah
fakta-fakta dan pengalaman serta pengetahuan yang di miliki oleh seorang
sejarawan dalam mengkonstruksi sejarah.